Pelajari Marketing Funnel Untuk Strategi Bisnismu

 Pelajari Marketing Funnel Untuk Strategi Bisnismu

Memahami bagaimana calon pelanggan memutuskan untuk membeli atau tidaknya produk yang bisnis kita tawarkan dibutuhkan suatu sistem yang terukur agar dapat membuat rencana strategi menyeluruh. Sistem ini disebut Marketing Funnel. Dengan mempelajari Marketing Funnel ini, kamu tak hanya dapat memaksimalkan konversi, tetapi juga mengidentifikasi area mana yang butuh ditingkatkan dan mengenal lebih dekat behaviour calon pelanggan.

Berdasarkan customer journey, sekiranya ada 5 Marketing Funnel yang harus kamu pelajari secara bertahap: 

Awareness

Sesuai bentuk funnelnya yang seperti corong minyak, fase Awareness berada di bagian corong paling besar dan luas maka fase  ini memiliki objective untuk menjangkau lebih banyak orang.

Fase Awareness ini merupakan tahap kamu memperkenalkan produk, brand atau bisnis kamu ke banyak. Kalau ibarat pertemanan, orang-orang baru sekadar “tahu” nama kamu tapi belum benar-benar mengenal kamu. Biasanya di tahapan ini yang bisa dilakukan adalah mengiklankan bisnismu ke semua platform dengan jumlah besar.

Consideration

Tahap selanjutnya, funnel atau corong lebih menyempit artinya di fase Consideration ini orang yang terlibat lebih sedikit dibandingkan fase Awareness. Fase ini memiliki objective untuk engagement atau membuat orang yang sudah mengetahui produkmu menjadi lebih tertarik.

Sesuai namanya yakni Consideration, para calon pelanggan mulai mengenal atau mempelajari produk bisnismu lebih lanjut dan bahkan mulai membandingkan dengan kompetitor. Ibarat pertemanan, orang-orang ini sudah kenal dan bisa menjelaskan kamu itu siapa jika ada yang bertanya meski belum menjadi seorang teman.

Conversion

Perlu diingat, semakin mengerucut Marketing Funnel semakin sedikit orang yang terlibat maka pada fase Conversion ini pun tujuan objective-nya semakin tajam yakni sales atau penjualan.

Di tahapan ini orang-orang mulai berniat melakukan pembelian pertama mereka terhadap produk atau jasa yang bisnis kamu tawarkan. Hal yang bisa kamu lakukan pada tahapan ini adalah memberikan dorongan untuk mengubah status calon peelanggan mejadi pelanggan.

Retention / Loyalty

Tahapan yang satu ini berada di corong paling bawah pada Marketing Funnel. Jika Conversion diibaratkan seorang teman maka Retention atau Loyalty bisa disebut sebagai “Sahabat” di mana orang yang selalu mau bersama kamu.

Maka dari itu, objective dari tahapan Retention ini adalah repurchase alias membuat orang mau membeli lagi produkmu dan bahkan menjadi pelanggan setia yang sudah sangat percaya pada produkmu atau brand yang kamu miliki.

Sekarang kamu sudah mengetahui 5 tahapan pada Marketing Funnel yang mana bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu. Hal yang perlu kamu pahami betul adalah bahwa strategi yang dirancang pada setiap tahapan itu berbeda. 

Nah, biar kamu tidak perlu pusing lagi memikirkan strategi setiap tahapannya, kamu bisa menghubungi MicroAd Indonesia yang siap membantu kamu mencapai tujuan marketing bisnis kamu!